This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Sabtu, 09 Februari 2013

Jalan Terdekat Menuju Surga






Jalan Terdekat Menuju Surga
Bismillahirrahmanirrahim
Surga…negeri indah yang jauh di mata, tapi setiap jiwa mengharapkannya. Ada yang berusaha sungguh-sungguh, ada pula yang jatuh bangun untuk mendapatkannya. Tapi…adapula yang putus asa, sehingga membiarkan dirinya tenggelam dalam kubangan dosa. Mengapa? Karena, ia merasa jalan ke surga itu sulit, melelahkan serta banyak rintangan.
Sungguh, wahai kawan yang hampir putus asa, atau telah berputus asa, dan kawan-kawan yang tak ingin berputus asa, telah ku dapati percakapan penuh nasehat dalam tulisan yang singkat, tentang jalan paling mudah dan dekat menuju surga…
Inilah percakapan yang ku maksud…
Si Fulan bertanya pada temannya,
“Wahai saudaraku tercinta! Apakah engkau menginginkan surga?”
Temannya menjawab,
“Siapakah dari kita yang tidak ingin masuk surga? Siapa di antara kita yang tak ingin mendapatkan kenikmatan yang kekal abadi? Dan siapakah di antara kita yang tak ingin merasakan kesenangan yang kekal, serta kelezatan-kelezatan yang terus menerus, yang tak kan lenyap dan tak pula terputus?”
Si Fulan berkata,
“Kalau begitu…maka mengapa engkau tak beramal shalih yang dapat menyampaikanmu ke surga?”
Temannya menjawab,
“Sesungguhnya jalan ke surga itu sulit, panjang, penuh rintangan dan duri. Sedangkan diriku ini lemah, tak dapat aku bersabar atas kesulitan dan kesusahan yang terdapat di jalan itu.”
Si Fulan berkata,
“Saudaraku…jika engkau merasa tidak dapat bersabar dalam mentaati perintah-perintah Allah, serta bersabar untuk menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat selama di dunia, lalu bagaimana engkau akan bersabar jika nanti di akhirat engkau menjadi penghuni neraka Jahannam?! semoga Allah melindungi aku darinya.”
Temannya menjawab,
“Inilah yang mempengaruhiku dan menjadikanku bimbang dalam urusanku. Akan tetapi, aku tidak mengetahui apa yang harus kulakukan dan dari mana aku harus memulainya…. Dan sungguh aku telah terlanjur terjerumus ke jalan maksiat dan hal-hal yg diharamkan.”
Si Fulan berkata,
“Aku akan menunjukkan padamu jalan pintas yang akan menyampaikanmu ke surga. Dan jalan ini adalah jalan yang mudah, tidak ada kesulitan maupun usaha yang berat di dalamnya.”
Temannya berkata,
“Tunjukkan padaku jalan itu, semoga Allah merahmatimu. Sungguh aku selalu ingin memngetahui jalan yang mudah itu.”
Si Fulan berkata,
“Jalan yang dimudahkan ini, dijelaskan oleh Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Al-Fawaaid”, dimana beliau berkata,
’Marilah masuk ke surga Allah…serta berdekatan denganNya di Negeri Keselamatan…tanpa ada letih…tanpa ada kesulitan…dan tanpa ada susah payah…bahkan melalui jalan yang terdekat dan yang termudah…’
’Sesungguhnya, engkau saat ini sedang berada pada satu masa di antara dua masa…dan pada hakikatnya masa itu adalah umurmu…yaitu dimana saat ini engkau ada…di antara masa yang telah lalu dan masa yang akan datang…’
’Adapun masa yang telah lalu…maka ia diperbaiki dengan taubat, penyesalan serta permohonan ampun…dan itu bukanlah sesuatu yang sulit bagimu…serta tidak memerlukan amal-amal yang berat…karena sesungguhnya ia hanyalah amalan hati…’
’Dan pada masa yang akan datang…berusahalah menjauhi dosa-dosa…
dan usahamu untuk menjauhi dosa itu adalah hanya berupa usaha untuk  meninggalkan dan bukanlah ia merupakan amalan anggota badan yang menyusahkanmu karena sesungguhnya ia hanyalah berupa kesungguhan serta niat yang kuat…yang akan menyenangkan jasadmu, hatimu serta rahasia-rahasiamu…’
“Apa yang terjadi pada masa lalu, diperbaiki dengan taubat…dan di masa mendatang diperbaiki dengan penghindaran (dari yang haram) dengan kesungguhan serta niat… dan tidak ada kesusahan bagi anggota tubuh atas dua usaha ini.”
“Akan tetapi, yang terpenting dalam masa kehidupanmu adalah masa di antara dua masa (yaitu dimana saat ini engkau berada). Jika engkau menyia-nyiakannya maka engkau telah menyia-nyiakan kebahagiaan dan kesuksesanmu. Namun, jika engkau menjaganya dengan perbaikan dua masa, yaitu masa sebelum dan sesudahnya, dengan cara yang telah disebutkan…maka engkau akan selamat dan menang dengan mendapatkan kelapangan, kelezatan serta kenikmatan…”
Maka, inilah jalan ke surga yang mudah itu….
Bertaubat atas apa yang telah lalu kemudian beramal sholeh serta meninggalkan maksiat pada masa yang akan datang.
Si Fulan menambahkan,
Dan kusampaikan pula padamu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Setiap ummatku akan masuk surga, kecuali yang enggan!” maka shahabat bertanya, siapakah yang enggan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab, “Siapa yang mentaatiku maka ia masuk surga dan siapa yang tidak taat padaku maka ialah yang enggan” (HR Al-Bukhari)
Dan juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,
“Surga itu lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dibandingkan dekatnya tali sendalnya terhadapnya, demikian pula dengan neraka.” (Muttafaqun ‘alaih).
***
Diterjemahkan dari Buletin Aqrabuthariq Ilal Jannah, Edisi 131, Madarul Wathan, Riyadh, KSA oleh Tim Penerjemah Muslimah.or.id
Murojaah: Abu Mushlih Ari Wahyudi




Kamis, 07 Februari 2013

Invasi militer di Mali... Perang Salib baru di Afrika Barat




Invasi militer di Mali... Perang Salib baru di Afrika Barat


(Arrahmah.com) - Pesawat tempur dan helikopter tempur penjajah salibis Perancis telah membombardir mujahidin Anshar Ad-Din dan Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM) sejak Jum'at (11/1/2013) dalam pertempuran di kota Sevare dan Kona, Mali Utara. Invasi militer telah digelar negara penjajah salibis Perancis di Mali Utara.
Presiden Perancis Francois Hollande, Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius dan Mentri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian menggebu-gebu menggalang dukungan Inggris, Amerika, Barat dan ECOWAS untuk segera menerjunkan pasukannya dalam rangka dukungan terhadap invasi militer salibis internasional tersebut.
Dunia internasional saat ini sedang mengikuti berita dan perkembangan invasi militer ttersebut dengan penuh tanda tanya. Banyak pihak yang masih belum memahami hakekat persoalan yang terjadi di Mali Utara dan invasi militer tersebut. Lebih banyak lagi pihak yang mempertanyakan dampak invasi militer tersebut terhadap aspek ekonomi, politik dan keamanan Negara Mali, negara-negara Afrika Barat dan Barat sendiri.
Seberapa jauh persiapan dan kemampuan mujahidin Anshar Ad-Din dan Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM) untuk melawan invasi militer "keroyokan" tersebut? Apa upaya kedua kelompok jihad Islam tersebut untuk menggalang dukungan dari rakyat Mali, negara-negara Afrika Barat dan dunia Islam pada umumnya? Bagaimana pandangan kedua kelompok jihad Islam itu terhadap rakyat negara-negara Afrika Barat dan Barat sendiri?
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, kami menurunkan terjemahan dari video Amir Mujahidin Al-Qaeda Negeri Maghrib Islam (AQIM), asy-syaikh al-mujahid Abu Mush'ab Abdul Wadud hafizhahullah. Video yang dirilis oleh Yayasan Al-Andalus, sayap media AQIM dan Markaz Al-Fajr lil-I'lam pada 3 Desember 2012 tersebut berjudul Ghazwu Mali…Harbun Faransiyatun bil-Wakaalah atau Invasi Militer ke Mali…Perang Agen Perancis.

Sarkozy Serukan Untuk Mencegah Berdirinya Negara Islam di Afrika Utara




Sarkozy Serukan Untuk Mencegah Berdirinya Negara Islam di Afrika Utara

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, pada hari Jumat (13/4), menyerukan pentingnya untuk melakukan segala upaya guna mencegah berdirinya “sebuah negara teroris atau Islam” di wilayah pantai di Afrika Utara, menyusul dominasi pemberontak Tuareg dan kelompok Islam di Mali utara, sehingga pada saat yang sama tidak menutup kemungkinan dilakukan intervensi militer apapun oleh Prancis.
Sarkozy mengatakan: “Saya tidak yakin bahwa Prancis harus melakukan intervensi militer”. Namun, pada saat yang sama ia menjelaskan bahwa Prancis dapat “memberi bantuan” untuk operasi seperti ini.
Ia menambahkan: “Ada Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Barat dengan Mauritania, Niger dan Aljazair, yang memiliki peran besar untuk memainkannya. Juga ada resolusi Uni Afrika dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang dapat diambilnya.”
Sarkozy melanjutkan: “Prancis siap memberikan bantuan, namun bantuan itu bisa dalam posisi kepemimpinan, karena beberapa alasan yang merujuk pada sejarah kolonial Prancis, dan harus menghormati perbatasan dengan Mali, serta harus bekerja dengan pemberontak Tuareg untuk mencari jalan, minimal mereka mendapatkan pemerintahan otonom.”
Pemerintah Prancis bersama masyarakat internasional mengutuk deklarasi kemerdekaan Mali utara, secara sepihak oleh kelompok pemberontak Gerakan Nasional Pembebasan Azawad.
Sarkozy menyambut baik kemajuan yang dicapai di Mali, di mana sistem konstitusional kembali secara bertahap, sebab Kepala Majelis Nasional telah menjadi presiden transisi, dan negara itu akan melakukan pemilihan.
Kandidat pemilihan presiden Prancis pada tanggal 22 April dan 6 Mei, dari partai sosialis Francois Hollande, dalam wawancara yang dipublikasikan oleh surat kabar “Liberation“, tidak menampik kemungkinan intervensi militer apapun bentuknya oleh Prancis di Mali. Dikatakan bahwa hal itu merupakan tanggung jawab negara-negara Afrika

Prancis serukan perang global terhadap pejuang Islam di Mali




Prancis Serukan Perang Global Terhadap Pejuang Islam di Mali

Pemimpin Prancis dan Afrika Barat meminta  masyarakat internasional untuk membantu logistik dan keuangan guna mengatasi  kelompok-kelompok Islam bersenjata di Mali.
Menurut surat kabar ekonomi Saudi, para pemimpin negara Afrika bertemu di Pantai Gading pada akhir pecan untuk membahas operasi militer yang pembahasan pertamanya telah dikemukakan pada bulan April tahun lalu, ketika kelompok Islamis mendominasi Mali utara.
Dalam konteks operasi militer yang disebut dengan “Operasi Serval”, maka militer Prancis mengerahkan dua ribu tentara di Mali. Mereka akan membantu tentara Mali di garis depan sebagai tindakan sementara sampai salah satu kekuatan regional siap untuk dikerahkan, demikian menurut surat kabar tersebut.
Dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu (19/1), pada KTT yang diselenggarakan di Pantai Gading, Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius berkata: “Teman-teman Afrika kami perlu mengambil peran utama dalam upaya mengakhiri pemberontakan kelompok Islamis.”
Fabius menambahkan: “Saya menyerukan kepada semua mitra pembangunan Afrika untuk datang ke Addis Ababa, dan berkontribusi dengan tulus untuk pekerjaan ini yang merupakan bentuk dari solidaritas, perdamaian dan keamanan, sama saja untuk kawasan maupun benua.” Dikatakan bahwa Kanada telah menawarkan untuk membantu dalam menerbangkan tentara Afrika ke Mali.
Sehubungan dengan hal ini, dalam beberapa hari terakhir, telah tiba ke Mali ratusan tentara dari Togo, Benin, dan Nigeria. Bahkan dijadwalkan, bahwa Nigeria yang akan memimpin misi kawasan itu akan mengirim 1.200 pasukan. Sementara Chad telah berjanji untuk mengirim 2.000 tentara, namun waktu kedatangan mereka belum pasti. Dengan demikian, ketika pengerahan penuh dari kekuatan Afrika akan ada dukungan 5.500 tentara Prancis, kata Fabius.
Pada saat yang sama, Jerman berjanji kemarin untuk memberikan bantuan keuangan. Sedangkan logistik merupakan masalah lain, dalam kondisi dimana beberapa negara di kawasan itu tidak memiliki peralatan yang tepat untuk melawan kelompok pemberontak, atau pesawat angkut untuk membawa pasukan ke Mali (islammemo.cc, 22/1/2013).