Pages

Sabtu, 09 Februari 2013

Anak Muda Nyalakan Semangatmu




 ANAK MUDA NYALAKAN SEMANGATMU….

Sebut saja namanya Mujahid. Ia adalah seorang aktivis dakwah yang saat ini mengikuti dua kuliah magister di dua kampus yang berbeda, dan bekerja dengan jam kerja 40 jam per pekan. Penghasilannya 1,6 juta per bulan.
Selain kesibukan kuliah dan bekerja, al-Akh Mujahid juga sibuk memegang amanah di dakwah kampus, dakwah sekolah, dan di PKS tingkat Kecamatan di bagian Kaderisasi. Selanjutnya yang luar biasa, al-Akh Mujahid ternyata memiliki amanah 11 (sebelas) halaqah binaan dengan total peserta 99 orang. Binaan remaja setingkat SMA 3 kelompok, setingkat umur mahasiswa 7 kelompok, dan setingkat umur SMP 1 kelompok. Allahu Akbar!
Dengan kesibukannya yang luar biasa tersebut al-Akh Mujahid mengaku tetap bisa diandalkan orang tuanya dalam menjalankan beberapa tugas di rumah.
Karena kesungguhannya dalam melakukan aktivitas tarbiyah, belum lama ini al-Akh Mujahid mendapatkan hadiah satu buah sepeda motor dari Ust. H. Ahmad Heryawan.
Ia menjelaskan alasan mengapa harus dan apa manfaat mengelola banyak kelompok binaan.
Pertama, menurutnya, kebutuhan murabbi amat besar. Ada berapa jumlah kader dakwah di Indonesia? Ada berapa jumlah masyarakat Indonesia? Dengan asumsi kita mengandalkan dakwah model halaqah saja, maka kita butuh banyak murabbi. Kita sangat sering melihat kebutuhan murabbi yang tidak terpenuhi, sampai-sampai terjadi harus digaji untuk mendapatkan murabbi yang siap meluangkan waktunya.
Kedua, kebanyakan orang takut memegang banyak kelompok binaan akan mengganggu amanah yang lain, misalnya kuliah. Menurutnya ia membuktikan sebaliknya. Ketika jumlah halaqah yang dibinanya hanya 1 kelompok, IP (indeks prestasi) nya hanya di bawah 3. Ketika jumlah halaqah yang dibinanya dinaikkan menjadi 5 kelompok, IP-nya meningkat menjadi 3, 25. Dan ketika jumlah halaqah yang dibinanya dinaikkan menjadi 7 kelompok, IP-nya meningkat menjadi 3, 65. Bahkan ia mendapat beasiswa S2  dari kampusnya ketika jumlah halaqah yang dibinanya dinaikkan menjadi 10 kelompok. Hal ini menurut Al-Akh Mujahid menjadi bukti kebenaran janji Allah seperti disebutkan dalam al-Qur’an:
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Q.S. Muhammad: 7)
Ketiga, setiap hari kita punya 16 jam aktif. Berarti sepekan ada 112 jam. Bila 15 jam saja kita isi untuk mengelola 10 kelompok halaqah tentu cukup. Waktu tersebut tidak banyak dibandingkan dengan manfaat dari pahala yang bisa kita dapatkan.
Keempat, setiap selesai mengisi satu halaqah, ia pun seperti terbina oleh materi yang disampaikannya sendiri. Wawasannya seperti dipaksa meluas oleh pertanyaan-pertanyaan para binaan. Ruhiyah juga menjadi lebih terjaga karena hamper tiap hari ia membina halaqah.
Bagaimana cara mendapatkan kelompok halaqah binaan sebanyak itu?
Kalau kita menunggu, menurut al-Akh Mujahid, biasanya kita tidak akan bisa mendapatkannya. Namun kalau kita mau jalan-jalan, banyak sekali lahan dakwah yang membutuhkan mentor. Jumlah SMA di Kota Bandung ada 200-an. Jumlah Kampus ada 100-an. Belum lagi jika dihitung jumlah masjid yang ada di masyarakat.
Bagaimana mengelola kelompok halaqah binaan sebanyak itu?
Mungkin kita berpikir bahwa kalau memegang 10 kelompok halaqah maka harus menyusun 10 materi pembinaan setiap pekannya. Ternyata cara al-Akh Mujahid tidak seperti itu. Ia menyusun satu materi pembinaan untuk disampaikan pada semua kelompok. Maka waktu persiapan jadi hemat. Materi yang disiapkan pun lebih berdaya guna.
Halaqah diagendakan dalam 60 – 90 menit saja. Dan di dalamnya ia tidak harus berbicara terus menerus, tapi lebih banyak diskusi dan mempersilahkan para binaan untuk berpendapat. Disinilah al-Akh Mujahid bisa beristirahat. Selain itu dengan diadakannya presentasi bergilir di antara binaan, ia bisa melatih para binaannya agar siap menjadi murabbi di masa depan.
Al-Akh Mujahid juga memanfaatkan facebook. Ia membuat grup di situs jejaring social itu untuk setiap grup halaqah. Materi-materi yang tidak bisa disampaikan saat halaqah, dapat disampaikan melalui grup facebook tersebut.
Jika ada binaannya yang tidak bisa hadir pada jadwal yang ditentukan, maka ia diharuskan hadir pada jadwal kelompok lain.
Di setiap kelompok al-Akh Mujahid menunjuk satu orang yang bertugas menjarkom dan mencarikan jadwal halaqah serta menanyakan konfirmasi kehadiran anggota. Data kehadiran harus dimasukkan dalam Microsoft excel yang terpadu sehingga bisa di cek bagaimana kehadiran setiap peserta dalam halaqah.
Ada yang mengatakan bahwa memegang banyak kelompok tidaklah akan optimal. Tapi menurut pendapatnya tidak semua kelompok harus diperlakukan secara optimal. Sekedar “cukup” saja ternyata membuat binaan semakin baik. Ia berpikir, lebih baik memegang satu halaqah dengan optimal dan sembilan halaqah lainnya dengan kategori cukup saja, daripada Sembilan halaqah tersebut tidak mendapatkan pembinaan sama sekali.
Agar para binaannya mendapat kualitas pembinaan yang kian prima, al-Akh Mujahid secara bertahap mendelegasikan pembinaan kelompoknya kepada orang lain yang siap. Bila ia tidak bisa hadir dalam halaqah, ia akan berusaha untuk mencari murabbi pengganti sementara.
Agar semangat juang dan kekhusyu’annya dalam membina terjaga, Al-Akh Mujahid biasa mendengarkan nasyid Sang Murabbi dalam perjalanannya menuju tempat halaqah.
Barokallahu laka ya akhi…semoga para aktivis dakwah dapat mengambil teladan dari kesungguhanmu dalam mentarbiyah umat. Semoga Allah Ta’ala senantiasa mencurahkan ampunan, rahmat, barokah, dan keistiqomahan kepadamu dan kepada seluruh aktivis dakwah di negeri ini. Amin….

0 komentar:

Poskan Komentar